Setriyani
Jumat, 19 Juni 2015
RUMUS LOGIKA MATEMATIKA
RUMUS LOGIKA MATEMATIKA DAN TABEL KEBENARAN
Pernyatan-pernyataan Dalam Logika Matematika
- NegasiNegasi atau ingkaran adalah suatu pernyataan yang isinya mengingkari suatu nilai pernyataan. Negasi biasa disimbolkan dengan lambang " ~ " yang berarti tidak atau bukan. Jika suatu pernyataan menyatakan bumi adalah bulat maka negasinya adalah bumi tidak bulat.
- KonjungsiKonjungsi merupakan pernyataan majemuk yang dihubungkan dengan kata hubung "dan" atau disimbolkan dengan "∧". Pernyataan konjungsi hanya akan bernilai benar jika kedua pernyataan yang terdapat di dalamnya bernilai benar. Jika salah satu pernyataan bernilai salah, maka pernyataan konjungsi juga bernilai salah.
- DijungsiDisjungsi merupakan pernyataan majemuk yang dihubungkan dengan kata hubung "atau" yang disimbolkan dengan "∨". Disjungsi merupakan kebalikan dari konjungsi. Pernyataan disjungsi hanya akan bernilai salah jika kedua pernyataan yang terdapat di dalamnya bernilai salah. Jika salah satu pernyataan bernilai benar, maka pernyataan disjungsi juga bernilai benar.
- ImplikasiImplikasi adalah pernyataan majemuk yang diawali dengan kata jika dan dihubungkan dengan kata hubung "maka" yang disimbolkan dengan "→". Misal p → q dibaca jika p maka q.
- BiimplikasiBiimplikasi merupakan bentuk kompleks dari implikasi yang berarti "jika dan hanya jika" dan disimbolkan dengan "↔". Misal p ↔ q dibaca p jika dan hanya jika q.
- KonversKonvers adalah kebalikan dari implikasi ditandai dengan pertukaran letak. Misal implikasi p → q, maka konversnya adalah q → p.
- InversInvers merupakan lawan dari implikasi. Pada invers, pernyataan yang terdapat dalam pernyataan majemuk merupakan negasi dari pernyataan pada implikasi. Misal implikasi p → q, maka inversnya adalah ~p → ~q.
- Kontraposisi Kontraposisi merupakan kebalikan dari invers sama halnya dengan konvers hanya saja pernyataannya merupakan negasi atau ingkaran. Misal invers ~p → ~q, maka kontraposisinya adalah ~q → ~p.
Tabel Kebenaran
Keterangan :
B = benar
S = salah
Kesetaraan
Kesetaraan merupakan pernyataan-pernyataan yang bernilai sama atau bermakna sama. Kesetaraan dilambangkan dengan " ≡ ".
- ~(p ∧ q) ≡ ~p ∨ ~q
- ~(p ∨ q) ≡ ~p ∧ ~q
- p → q ≡ ~q → ~p
- ~(p → q) ≡ (p ∧ ~q)
- ~(p ↔ q) ≡ (p ∧ ~q) ∨ (q ∧ ~p)
- Modus Ponensp → q
p
———
∴ q - Modus Tollensp → q
~q
———
∴ ~p - Silogismep → q
q → r
————
∴ p → r
Contoh :
Diketahui pernyataan sebagi berikut :
1. Jika Tio menjadi juara kelas, maka Ibu akan membelikannya sepeda
2. Jika ibu membelikannya sepeda, maka Tio akan senang
Tentukan kesimpulan yang sah dari dua pernyataan tersebut.
Pembahasan
Misalkan :
p = Tio menjadi juara kelas
q = Ibu membelikannya sepeda
r = Tio senang
Berdasarkan konsep silogisme diperoleh :
p → q
q → r
————
∴ p → r
Jadi kesimpulan yang sah adalah Jika Tio menjadi juara kelas, maka Tio akan senang
Contoh :
Diketahui pernyataan sebagi berikut :
1. Jika hari libur tiba, maka Rani akan berlibur ke Paris
2. Hari libur tiba
Tentukan kesimpulan yang sah dari dua pernyataan tersebut.
Pembahasan
Misalkan :
p = Hari libur tiba
q = Rani berlibur ke Paris
Berdasarkan modus Ponens, diperoleh :
p → q
p
———
∴ q
Jadi kesimpulan yang sah adalah Rani berlibur ke Parisp
———
∴ q
Contoh :
Diketahui pernyataan sebagi berikut :
1. Jika hari ini hujan, maka Lia tidak pergi ke kota
2. Lia pergi ke kota
Tentukan kesimpulan yang sah dari dua pernyataan tersebut.
Pembahasan
Misalkan :
p = Hari ini hujan
q = Lia tidak pergi ke kota
~q = Lia pergi ke kota
Berdasarkan Modus Tollens diperoleh :
p → q
~q
———
∴ ~p
~q
———
∴ ~p
Jadi kesimpulan yang sah adalah Hari ini tidak hujan.
Jumat, 12 Juni 2015
PENGUBAHAN JENIS PENGERJAAN HITUNG
A. Mencari suku yang belum diketahui
1.Pada penjumlahan salah satu suku yang belum di ketahui dapat dicari dengan jalan mengurangi hasil jumlah dengan suku yang sudah di ketahui.
Jika a + b = c maka :
1. a = c - b
2. b = c - a
Contoh;
1. k + 7 = 12
Maka
k = 12 - 7
k = 5
2. Pada pengurangan apa bila suku yang dikurangi belum di ketahui, maka dapat di cari dengan jalan penjumlahan hasil pengurangan dengan suku yang sudah diketahui (pengurang)
Jika a - b = c maka
a = c + b
Contoh ;
b - 103 = 250
Maka
b = 250 + 103
b = 353
1.Pada penjumlahan salah satu suku yang belum di ketahui dapat dicari dengan jalan mengurangi hasil jumlah dengan suku yang sudah di ketahui.
Jika a + b = c maka :
1. a = c - b
2. b = c - a
Contoh;
1. k + 7 = 12
Maka
k = 12 - 7
k = 5
2. Pada pengurangan apa bila suku yang dikurangi belum di ketahui, maka dapat di cari dengan jalan penjumlahan hasil pengurangan dengan suku yang sudah diketahui (pengurang)
Jika a - b = c maka
a = c + b
Contoh ;
b - 103 = 250
Maka
b = 250 + 103
b = 353
Kamis, 11 Juni 2015
Langganan:
Postingan (Atom)



Pembelajaran Matematika Realistik dan Strategi Implementasinya Di Kelas